twitter
rss

mohon BACA YANG LENGKAP
karena klo cuma baca skimming,
agan akan mendapatkan makna yang berkebalikan
dari apa yang ane maksudkan.


maaf,,maaf,,maaf,,maaf,,, sekali lagi maaf banget kalo
kata-kata ane di judul tadi sangat kasar,,

bukan maksud hati untuk berkata kasar,
bukan juga untuk menyakiti perasaan,,



hanya ingin menarik agan-agan sekalian untuk membaca
sedikit tulisan gila ane....

dan makasih mpe sejauh ini masih bersedia membaca
tulisan ane yang ngalor-ngidul ga jelas ini.

tulisan ini menyambung thread ane yang sebelumnya:
Esensi pendidikan yang sebenarnya 

tolong agan jawab sejauh yang agan ketahui,,
1. berapa banyak anak sma/smk yang melanjutkan ke perguruan tinggi? banyak.
2. berapa banyak lulusan perguruan tinggi yang sampai sekarang masih menganggur?banyak.
3. berapa banyak yang mengeluhkan lulusan perguruan tinggi
tidak siap turun di dunia kerja? banyak juga.



Ya iyalah!!
jelas lulusan perguruan tinggi itu ga siap turun di dunia kerja
karena memnang ga dididik untuk jadi babu di dunia kerja.
mereka ga di didik untuk pegang komputer ngurus surat-menyurat.
mereka juga ga diajarin untuk berangkat pagi pulang petang tertib absen tiap hari.

mahasiswa di perguruan tinggi itu, diajarin tentang ilmu-ilmu yang tinggi.
abstrak ga bisa dibayangin di dunia nyata.
sebenernya bukan ga bisa di bayangin, tapi ga butuh dibayangin, karena mereka
ga punya pengalaman dan juga ga butuh bagi implementasi di dunia nyata mereka
untuk menganalogikan dan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diterima di kampus.

mahasiswa itu dididik untuk selalu kritis atas pernyataan dosen,
sebaliknya dunia kerja butuh bawahan yang "sendiko dawuh", siap laksanakan, atas perintah atasan.

mahasiswa itu dididik untuk siap sedia klo mau ujian aja,
sedangkan dunia kerja menuntut setiap yang kita kerjakan adalah ujian
yang menentukan nasib pekerjaan kita selanjutnya.



jadi kalau mau cari kerja, bukan di perguruan tinggi tempatnya,,,

di tempat kursus komputer,
kursus njait,
kursus bahasa,
dan kursus-kursus lainnya
yang mengasah kemampuan praktek, keterampilan,
bukan kemampuan otak.

bukan maksud ane orang kerja cuma butuh keterampilan n ga butuh otak,
orang kerja juga butuh otak,
tapi bukan otak yang isinya logaritma,
aljabar, statistika, manajemen keuangan, ekonomi makro, mikro, dsb dll....

tapi otak yang penuh akal, inspirasi, inovasi...
latihannya bukan dengan buku,
tapi dengan praktek dalam kehidupan sehari-hari.

bagaimana menyiasati uang bulanan yang tiap tanggal 15 dah tinggal 5rb perak.
bagaimana langganan internetan bukan cuma buat browsing BB+17, tapi bisa buat beli BB buat gaya-gaya gitu,,,
itu yang dibutuhkan buat dunia kerja.

udah banyak orang bilang,
kalo ilmu yang kita terima di sekolah/kampus
hanya terpakai 10% saja di dunia kerja.

tapi kenapa kita masih bela-belain
mati-matian mpe setengah mati
berusaha dapet yang cuma 10% itu
dengan beratus-ratus ribu hanya untuk beli formulirnya
berjuta-juta untuk dapet topi yang ada gantungannya.
padahal itu cuman 10%!!!!



kenapa kita ga mati-matian nyari yang 90%?
katanya 90% itu EQ dan SQ,
so,,,,
apa iya berteman itu mbayar?
sejak kapan solat harus mbayar?
kenapa kita ga mati-matian nglatih
inovasi, kreatifitas, kejujuran,
apa orang jujur harus mbayar juga?
apa belajar inovasi dan kreatifitas juga harus mbayar?
bukannya inovasi dan kreatifitas yang membuat kita
berusaha untuk memperoleh segala sesuatu dengan gratis?

kenapa coba bisa gitu? konyol kan...
mencari burung gereja yang terbang tinggi,
padahal di depan mata ada merpati dalam sangkar.



perguruan tinggi itu, tempatnya orang jadi ilmuan.
dari namanya aja dah jelas.

PERGURUAN TINGGI.
PERGURUAN= tempat PERkumpulan calon-calon GURU dAN dosen.
TINGGIilmunya TINGGI-tinggi, jadi ga cocok buat otak ane yang ga kuat buat ilmu yang ketinggian.

so, kenapa harus ke perguruan tinggi klo tujuannya cari kerja?
jadi babu perusahaan besar dan ternama.
melatih otak setinggi-tingginya,
padahal jelas-jelas nanti yang dipakai adalah keterampilan.

mati-matian melatih anjing bersiul,
padahal yang ditakuti dari anjing adalah gonggongannya.



semoga bermanfaat...

sebelum agan posting,
mohon baca dulu tulisan ane dibawah ini..


klo agan mo posting:
"Ga usah pake GOBLOK lah gan,,,,"

ane cuma bisa jawab:
"mohon dibaca dulu bagian atasnya gan, jangan langsung buka spoiler "


klo agan mo posting:
"wah gan,,,, klo ga kulaih gmna bisa kerja di perusahaan gan???
kan syaratnya minimal S1!??

ane cuma bisa jawab:
"hehe,,, klo yang ane tau, sifat perusahaan itu sangat dinamis.
termasuk dalam hal HRD. klo kita flash back,
apa iya, jaman dulu waktu orang kuliah d3 aja jarang,
persyaratan masuk perusahaan harus S1?
ga menutup kemungkinan kan,,,
ketika nanti orang banyak memilih ke bidang keterampilan,
perusahaan menerapkan syarat berbeda dari yang sekarang?
bisnis itu dinamis gan,,



klo agan mo posting:
"wah,, kerjaan mana yang terima orang ga kuliah gan,,,!!!"

ane cuma bisa jawab:
"mohon baca thread ane sebelum yang ini gan,,, mohon baca yang lengkap,, "



klo agan mo posting:
"pikiran lu cocoknya di DESA gan! di KOTA ga bisa gitu!! harus PINTER!!

ane cuma bisa jawab:
"ane emang orang desa gan,, jadi maaf klo ane pikirannya kya gini.
ane cuma mencontoh pikiran orang-orang sukses yang dateng dari desaOm bob sadino, pak mario teguh, pak SBY, semua orang desa gan



Sumber :kaskus.us/showthread.php?t=4270036

0 komentar:

Posting Komentar